Thursday, September 17, 2009

Hidup sehat Ria Irawan

Usia 40 bisa menjadi usia pencerahan bagi Ria Irawan. Aktris peraih banyak Piala Citra ini mengambil hikmah dari semua pengalaman yang pernah dihadapinya.

Satu buktinya, kegagalan menunaikan ibadah umroh ia anggap bernilai positif. Pasalnya,

gagal berangkat menunaikan ibadah haji kecil ke Tanah Suci Mekkah itu justru

membuatnya bisa membuka restoran Moscatly local yang bergaya hidup sehat, di Metro Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Ria jadi bisa mengatur pola makannya secara sehat. Tak hanya itu saja, Ria juga bisa mengajak orang lain bergaya hidup sehat.

Ria memilih bergaya hidup sehat sejak ia

terserang penyakit miom lima tahun lalu. Ia langsung diet dan tidak makan goreng-gorengan lagi. Hasilnya, berat badannya

kini 58 kg dari 70 kg. Perut buncitnya pun sudah jauh mengempis.

Ria pun akhirnya harus merasakan sakitnya menderita penyakit miom. Kenyataan itu

akhirnya membuat Ria memutuskan untuk hidup sehat. Tak lain, karena ia ingin menghargai

dirinya sendiri, sebelum menghargai orang lain.

Pengalaman hidup itulah yang membuat janda cantik ini memutuskan untuk berbagi pengalaman dengan membuka restoran Moscatly Local yang menyajikan makanan dan minuman sehat dan bergizi di Metro Pondok Indah Jakarta Selatan.

Apa yang terbayang dan diinginkan saat berumur 40 tahun?

Dulu aku pernah nazar kalau di usia 40 tahun ini pengen umroh dan berdoa di depan Kabah. Tapi ternyata sama Yang Mahakuasa tidak diizinkan. Namun tetap ada hikmahnya.

Saya beruntung karena sudah melakukan pergi haji dan mendapatkan pengalaman berharga.

Ada hikmahnya? Hikmah apa?

Di balik itu semua, saja jadi bisa meresmikan restoran Moscatly Local bergaya hidup sehat ini. Positifnya, badan saya yang sudah tidak sehat dan dalam tubuh saya sudah hancur semuanya, bisa jadi lebih sehat dengan adanya restoran ini.

Hanya itu saja?

Di sisi lain saya membuka restoran ini karena kebutuhan orang yang berbeda-beda.

Saya juga ingin membuat orang hidup sehat. Kesadaran hidup sehat itu sudah harus

dilakukan karena sudah banyak penyakit yang tidak jelas.

Gue pribadi termasuk orang yang telat untuk hidup sehat karena umur sudah 40 tahun.

Apakah ini termasuk karena ingin membuka lembaran baru?

Sebenarnya ini bicara kesadaran saja. Saya ingin membuka pikiran hati, kalau semuanya

baik pasti akan terbuka semuanya.

Ini investasi buat siapa?

Saya nggak punya anak kecil, kalau saya kasih ke keluarga juga tidak boleh.

Sibuk bisnis memang tak memikirkan pacar?

Saya selalu berdoa untuk selalu mendapat jodoh secepatnya. Gebetan, sih semuanya saya gebet. Pastinya, saya sudah buka hati, buka diri sama buka kaki selebar mungkin.

Buat saya bicara jodoh itu belum kepikiran karena tidak memilih dalam mencari pasangan.

Mungkin karena belum klik aja.

Bukan karena trauma?

Itu pasti ada karena pernah mengalami kegagalan. Saya pikir hidup terus harus berjalan meskipun sempat merasa tolol.

No comments:

Post a Comment