
Jangan tanya soal cara berpakaian atau berbusana kepada Dinda Kanya Dewi. Pakaian di mata Dinda hanya sebagai penutup tubuh saja tidak lebih. Lho?
Bagi Dinda, cantik atau sempurnanya seseorang perempuan tidak dilihat dari cara berpakaian atau berapa harga pakaian yang dikenakan. Tapi dari penampilan diri dan hati yang bersih.
Dalam perbincangannya dengan INILAH.COM Dinda mengaku punya jaket bekas harga Rp2.500 yang ia beli dari pasar baju bekas Proyek Senen, Jakarta.
Apa benar punya jaket bekas harga Rp2.500? Beli di mana?
Beneran. Aku punya jaket bekas harga Rp2.500. Hasil blusukan (mencari-cari--red) di Proyek senen. Lumayan, jaketnya bagus banget, sih. Siapa yang tahu harganya segitu kalau sudah dipakai aku. Hahaha.
Nggak malu atau gengsi beli baju bekas?
Nggak dong. Buat apa malu. Karena buat aku baju itu bisa dibeli di mana saja. Kebetulan saja ada di pasar loak dan pakaian bekas. Lagi juga baju-bajunya bagus-bagus loh..... Mau pakainya aku rendam dulu tiga hari dengan air panas dan dingin.
Di mata Dinda, busana selebritis itu seperti apa sih?
Busana selebritis? Kayaknya nggak ada yang spesial deh di mata aku. Habis aku ini orangnya sangat cuek dan fleksibel. Dalam satu minggu aku bisa jadi laki-laki di hari Senin, hari Selasa aku jadi gembel, hari Rabu aku bisa jadi perempuan dan seterusnya. Nggak ada yang istimewa untuk berpakaian di mata aku. Meski orang bilang aku ini selebritis.
Ada bujet khusus untuk beli busana dan asesoris?
Nggak ada. Buat aku selama baju itu nyaman dikenakan, kenapa harus beli baru lagi dan tidak ada dana spesial untuk itu. Aku juga nggak terlalu mengikuti tren. Baju yang aku miliki biasanya hanya untuk keperluan kerja saja. Itu juga nggak banyak. Selebihnya aku senang pakai kaos, jins plus sepatu sneakers ke mana-mana. Kalau aksesoris sedapatnya aja. Tapi biasanya aku beli nggak lebih dari Rp100.000
No comments:
Post a Comment