skip to main |
skip to sidebar
Grosir Baju Pakaian Busana
Posted On Tuesday, September 22, 2009 at
at
10:49 AM
by Adminblog
Apabila kita BERBICARA tentang busana muslim, pasti tidak mungkin lepas dari gamis. Meski terbilang klasik, gamis ternyata fleksibel dalam mengikuti perkembangan mode.
Gamis merupakan salah satu bentuk busana muslim yang pertama kali diperkenalkan pada masyarakat Indonesia. Karenanya, busana mengikuti garis abaya ala Arab ini pasti sering dijumpai.
Meski terbilang klasik, bentukan ini ternyata bersifat adaptif. Mampu mengikuti perkembangan zaman dan berevolusi menjadi gaya busana kontemporer. Di negara asalnya, gamis lebih dikenal dengan sebutan thobe.
Uniknya, di Arab, jenis busana ini justru bersifat unisex, yang berarti dapat dikenakan pria dan wanita. Bentuknya yang bersiluet longgar, panjang hingga ke mata kaki, dan berlengan panjang ini memang "ramah" bagi siapapun yang ingin menggunakannya. Kesan tertutup itu selain sopan pun memiliki kelebihan lain, yakni mencegah sengatan sinar matahari gurun yang menyengat.
Di Indonesia, gamis lebih akrab sebagai busana wanita dibanding pria. Karena itu,gamis cenderung tampil dekoratif dengan berbagai hiasan pelengkapnya. Mulai dari bordir, sulam, embellishment, hingga penambahan payet yang membuat tampilan gamis jadi semakin atraktif.
Para desainer pun setuju dengan sifat gamis yang adaptif dan mudah dibentuk. Hal itu terlihat dari perkembangan busana muslim setiap tahunnya. Meksipun digempur dengan berbagai bentukan dan garis rancangan baru, gamis tetap bertahan. Malah perlahan berubah bentuk, menyerap berbagai unsur dan menjelma menjadi busana modern bagi para muslimah urban.
"Dari struktur rancangan, saya tidak melakukan banyak perubahan. Masih tetap menghadirkan gamis, tunik, abaya, dan modifikasi gaun," ungkap Tuti Adib, pemilik rumah mode muslim Bilqis.
Menurutnya, yang mengalami banyak perubahan adalah unsur penyerta gamis itu sendiri. Detail dan aksen yang berbeda akan menghadirkan kesan yang sama sekali lain pada busana dengan rancangan sederhana.
Garis rancangan awal Tuti boleh jadi berbentuk gamis sederhana, namun penggunaan aksen ruffless, pleats, frills, kerut, serta draperi tidak bisa dipungkiri akan memberikan kesan cantik.
Sementara, gaya victorian yang memberi sentuhan vintage dituangkan lewat bentukan kerah tinggi, lengan ekstralebar, serta aksen puff yang kerap hadir dalam koleksinya. Belum lagi penambahan detail layaknya beads, payet, dan mote yang menampilkan citra mewah.
Pernyataan serupa keluar dari ketua Ikatan Perancang Busana Muslim (IPBM) Jawa Barat Iva Lativah. Baginya, warna dan motif akan menampilkan nuansa baru pada rancangan bila diaplikasikan secara tepat.
Hal itu jugalah yang membuat desainer asal Bandung ini selalu mempertahankan bentuk gamis dalam setiap koleksinya, selain padanan tunik maupun busana modern lainnya.
"Saya senang bermain dalam wilayah warna dan motif, terutama yang mencerminkan citra wanita muslimah yang cantik baik akhlak maupun penampilan," urainya.
Di sisi lain, gamis pun bisa tampil dinamis saat dikombinasikan dengan garis rancangan geometris. Nuansa maskulin tersebut kerap dihadirkan Ernie Kosasih serta Hannie Hananto.
Keduanya rupanya terinspirasi gaya art deco yang berkesan sophisticated dan kontemporer. Hal itu tertuang jelas lewat koleksi gamis yang banyak mengandalkan permainan garis maupun potongan tajam dan bersegi.
"Garis-garis itu melambangkan kecepatan. Sementara bentukan geometris menyimbolkan gaya hidup baru yang mapan, modern, tapi tidak terjebak kesan futuristis," terang Hannie.
Evolusi gamis tidak berhenti sampai di situ. Jenis busana memiliki bahasa latin camisia ini pun ternyata mengadaptasi gaya romantis dari gaun para bangsawan masa lalu. Terlihat dari bentuknya yang lebih bervolume serta gaya lembut yang dihasilkan dari gabungan warna pastel dengan material melayang.
Beberapa desainer yang kerap menggunakan gaya ini adalah Merry Pramono, Jenny Tjahyawati, Fenny Mustafa, dan Anne Rufaidah. Merry Pramono menyajikan gamis bergaya retro tahun 60-an hingga 80-an yang sarat unsur feminin nan anggun.
"Meski bervariasi, koleksi ini tetap memberikan kesan feminin khas busana muslim," ujarnya.
Sementara Jenny menggunakan warna keemasan dan aplikasi renda untuk menegaskan kesan feminin. Berbeda halnya dengan Anne Rufaidah yang lebih senang bermain dengan warna gelap dan siluet longgar yang jatuh dengan anggun. Adapun Fenny Mustafa menyuguhkan gaya feminin yang lebih simpel melalui permainan warna dan aplikasi pita
Posted in |